Cerita Malin Kundang Berasal Dari Sumatra Barat

Cerita Malin Kundang Berasal Dari Sumatra Barat

jelajahpagi.com – Negara Indonesia memiliki banyak sekali cerita rakyat atau sering disebut dengan Dongeng. Salah satunya adalah cerita malin kundang, berasal dari Sumatra Barat.

Cerita malin kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka kepada ibunya dan karena itu diapun dikutuk oleh ibunya menjadi batu.

Cerita malin kundang sangat populer sampai keluar negri. Kisah ini sering diadopsi untuk pementasa drama di dalam maupun diluar negri menggunakan hasa inggris.

Walu pun sekedar dongeng, isi poko cerita malin kundang mengajarkan banyak nilai kehidupan bangi anak-anak. Sepeti jangan durhaka kepada orang tua, harus sopan, tidak boleh sombong dan masih banyak lagi.

Cerita yang mirip pun dapat kita temukan di negara-negara lain di asia. Contohnya cerita Malin Kundang yang mirip dengan cerita Si Tanggang yang berasal dari negra Malaysia.

Cerita Malin Kundang Berasal Dari Sumatra Barat

Cerita Malin Kundang

Pada zaman dahulu kala ada sebuah dongeng di suatu perkampungan pesisir pantai Air Manis Padang, Sumatra Barat. Hiduplah seorang janda yang bernama Mande Rubayah dan seorang anak laki-lakinya bernama Malin Kundang.

Karena Malin Kundang adalah anak satu satunya. Mande Rubayah sangat menyalanginya dan selalu dimanjakan oleh nya. Karena Malin Kundang di berikan kasihsayang yang lebih oleh ibunya, iabun tumbuh dewasa dan menjadi orang yang rajin dan penurut.

LIHAT JUGA :  Streaming Kumpulan Bokeh Ip 18563.l53.200 Japanese Full HD

Pada suatu hari malin jatuh saki, nyawanya hampir terenggut oleh penyakit itu. Akhirnta dia bisa diselamatkan oleh kerja ketas ibunya. Setelah sembuh dri penyakitnya malinpun sangat disayang oleh ibunya karena takut kehilangannya.

Dan malinpun tumbuh dewasa. Karena ia melihat perekonomian keluarga yang sangat suruk, ia pun berinisiaatif untuk bekrja. Kemudian ia pun langsung meminta izin kepada ibunya untuk pergi merantau ke kota. Karena saat itu sedang ada kapal bersender di pantai Air Manis.

Lalu ibunya berkata ” jangan malin, ibu takut terjadi sesuat denganmu ditanah rantauan sana. Tinggal saja disini temani ibu di usia senja ini”. sambil memperlihatkan ekspresi muak sedih karena malin ingin pergi.

Kemudian Malin pun menjawab “ibu tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa dengan ku,” kata malin sambil memegang tangan ibunya. ” ini ksemus bu, karena belum tentu kan ada kapal besar lagi yang menyender di pantai ini.

“Aku ingin ibu mengijinkanku” ujar malin memohon kepada ibuny.”baiklah ibu izinkan” cepatlah kembali ibu akan selalu menunggumu nak”. Kata ibunya sambil menangis.

LIHAT JUGA :  Tutorial Freetts Voice Names Whatsapp Mengubah Text Menjadi Suara- Begini Caranya

Meski dengan berat hati Mande Runaya pun mengijinkan anaknya pergi merantau. Malinpun pergi dengan dibekali jujuh bungkus nasi, yang dibungkus dengan daun pisang. Setelah itu berangkatlah malin ketanah rantauan meningalkan ibunya yang sendirian.

setelah bertahun tahun malin merantau,tidak ada satupun kabar yang dikirimkan kepada ibunya.

Disuatu hari orang kampung pun berkumpul, mereka mengira kapal yang berlahu adalah milik sultan atau pangeran. Mereka menyambutnya dengan gembira. Mande rumbaya amat gembira mendengar kabar itu.

Cerita Malin Kundang

Dikejauhan terlihat sepasang anak muda memakai pakaian yang berkilauan karena terkena sinar matahari. Wajah merekapun tampak gembira karena disambut warga dengan meria.

Mande rumbaya pun ikut derdesakan mendekati kapal, karena yakin anak muda yang di atsa kapai itu anaknya Malin Kundag. Belum sempat sesepuh kampung menyambut Manderumbaya terlebih dahulu berlari dan memeluk anak muda itu.

“malin, anaku, kau benar anak kan.” kata mande rumbaya sambil menahan isak tangis bahagia.”mengapa begitu lamanya kau tidak memberi kabar”.

Malin pun sontak terkejut karena dipeluk wanita tua yang berpakian compang-camping itu. Ia tak percaya wanita itu adalah ibunya. Sebelum dia sempat berbicara, istrinya langsung berbicara “inikah ibumu? mengapa dahulu kau bohong padaku, bukankah dahulu kau katakan bahwa ibumu adalah seorang bangsawan yang sederajat dengan ku.

LIHAT JUGA :  Kumpulan Video Bokeh 1111.90 l50 204 18563.l53.200 Japanese Full Video

Mendengar kata-kata pedas itu ,malin langsung mendorong ibunya sampai tersungkur kepasir.”wanita gila aku bukan anakmu” ucapannya kasar.

Setelah mendengat kata kata itu, hati Mande rumbaya terasa perih dan tersakiti. tangannya ditengadah kan kelangit, ia pun berdoa,

“yatuhan kalau dia memang bukan anaku, akua akan memaafkan perbuatannya, tetapi jikadia memang dia anaku tunjukanlah keadialnmu, yatuhan. Ucapan nya pilu sambil menangis.

Tidak lama kemudian cuaca berubah menjadi gelap menandakan aka datangnya badi. Dan datanglah badai tersebut menghantam kapalnya malin kundang kenudian petirpun menyambarnya seketika kapalpun hancur dan terbawa kepesisir pantai.

Dikeesokan harinya matahari terbit dan badai punredah. Dikaki bukit terlihat kepinangan-kepingan kapal yang telah menjadi batu. Itulah kapal malin kundang. Dan terlihat sebongkah batu yang menyerupai manusia.

Itulah tubuh manin kundang si anak durhaka. yang telah dikutuk ibunya menjadi batu.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *