Mengunjungi Embung Tertinggi Di Gunungkidul


0
Mengunjungi Embung Tertinggi Di Gunungkidul

Mengunjungi Embung Tertinggi Di Gunungkidul – Embung Batara Sriten di Padukuhan Sriten, Desa Pilangrejo, Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, terus dikembangkan menjadi ‘pesaing’ wisata pantai di kawasan selatan.

Dengan pengembangan yang terus dilakukan diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah utara kabupaten terluas di DIY itu.

Mengunjungi Embung Batara Sriten, pengunjung dari arah Yogyakarta menuju arah Kantor Kecamatan Nglipar. Sebelum sampai ke kantor ada pertigaan ke kiri ambil ke arah Desa Pilangrejo.

Sampai di Kantor desa, ambil arah kiri naik ke atas. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul baru saja selesai membangun jalan menuju embung yang diresmikan tahun 2015 lalu.

Namun demikian dengan tanjakan yang cukup curam. disarankan tidak menggunakan motor matic. Sebab, jika tidak menguasai medan berbahaya karena turunannya tajam. Selain itu, meski jalan yang baru saja selesai ini terbuat dari cor, tetapi belum ada pengaman di kanan dan kirinya.

Dengan membayar tiket retribusi sebesar Rp 5.000 per orang. Mengunjungi Embung Batara Sriten terbayar lunas dengan pemandangan yang ada. Terletak pada ketinggian sekitar 859 mdpl suasana sejuk bisa pengunjung rasakan.

Baca juga: Menikmati Keindahan Pantai Wediombo Dan Pantai Greweng Di Gunungkidul

Pemandangan alam dari atas Embung Batara Sriten ini cukup indah, bisa melihat Rawa Jombor dan Waduk Gajahmungkur, Jawa Tengah, saat berada di sisi utara. Di sisi selatan bisa melihat hamparan hijau wilayah Gunungkidul.

Selain itu posisinya yang berada di atas bukit menambah suasana romantis. Sebab, saat menikmati embung saat singa hari muncul kabut.

“Embung Batara Sriten sebenarnya untuk pengairan kebun buah, namun dikembangkan pula untuk pariwisata,” kata Kepala Desa Pilangrejo, Sunaryo ditemui usai peresmian di Kantor Balai Desa Pilangrejo, beberapa hari yang lalu.

Saat di puncak tak perlu takut jika tidak membawa bekal, karena di sana masyarakat sudah menjual berbagai makanan dan minuman.

Selain itu, ada minuman khas desa setempat yakni Dawet Garut khas Desa Pilangrejo. “Untuk akhir pekan sudah banyak pengunjung setelah dilakukan perbaikan jalan kemarin,” ucapnya.

Menurut Sunaryo, selama ini meski promosi telah gencar dilakukan oleh pemerintah desa dan kabupaten atas potensi yang dimiliki Embung Batara Sriten, namun pengunjung memang begitu banyak. Atas pembangunan jalan ini diharapkan pengunjung jauh lebih meningkat dibandingkan dengan sebelumnya.

Baca juga: Liburan Ke Gunungkidul, Coba Nikmati Segarnya Air Terjun Sri Gethuk

Menggeliatnya pariwisata ini diyakini akan berdampak pada sektor perekonomian masyarakat yang juga lebih meningkat.

“Selain memudahkan akses wisata, juga untuk masyarakat di atas ada tiga pedukuhan yakni Sriten, dan Ngangkruk meningkat pesat, harga jual. Karena di sana di Sriten ada 106 KK, dan Ngangkruk pada 98 KK,” ucapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Edy Praptono menambahkan, pembangunan jalan ke puncak Pegunungan Baturagung Utara, Embung Batara Sriten menjadi telaga buatan tertinggi di Gunungkidul.

Jalur sepanjang 6,5 km berhasil dibangun dalam waktu 120 hari dengan dana sebesar Rp 6,8 miliar, dari pagu anggaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 8 miliar dari APBD Gunungkidul.

“Semoga dengan pembangunan ini bisa meningkatkan perekonomian warga. Ke depan akan dibangun sisi pengaman, sehingga aman bagi pengendara,” katanya.

Embung sebagai Ikon Wisata Sisi Utara

Bupati Gunungkidul, Badingah menyadari jika pembangunan infrastruktur di zona utara sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat, baik untuk mobilitas masyarakat ataupun penunjang wisata. Maka dari itu, sekarang ini program pembangunan jalan memang tengah digenjot semaksimal mungkin.

Dia mengatakan dengan pengembangan itu diharapkan bisa mendukung sektor pariwisata di wilayah tersebut. Pengembangan Embung Batara Sriten, Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, ditunjukkan untuk olahraga kedirgantaraan yakni paralayang.

Diharapkan dengan semakin banyaknya obyek wisata mampu menarik kunjungan wisatawan ke Gunungkidul. “Beberapa tahun lalu sudah digunakan paralayang tingkat ASEAN. Ke depan kita terus promosikan agar pengunjung bisa meningkat,” katanya.

“Pengembangan sisi utara ini penting dilakukan, karena untuk pemerataan perekonomian masyarakat agar tidak hanya terpusat di sisi selatan,” tambah Badingah.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
loginjw

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format