Mie Instan Asli Gunungkidul, Terbuat Dari Ketela


0

Mie Instan Asli Gunungkidul, Terbuat Dari Ketela – Mengunjungi Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, identik dengan membawa oleh-oleh yang berbahan dasar ketela. Tiwul dan keripik adalah dua jenis di antaranya.

Namun dengan kreativitas warga Dusun Sumberjo, Desa Ngawu, Kecamatan Playen Gunungkidul, Yogyakarta, singkong diubah menjadi mie instan dalam cup bernama ‘Ayo Mie’ yang mudah disajikan dan diklaim lebih sehat.

Sekilas mie instan cup buatan kelompok wanita Dusun Sumberjo tidak berbeda dengan mie cup pada umumnya. Namun setelah dibuka, ukuran mienya lebih tebal. Dalam cup tersebut berisi bumbu, minyak, dan cabai kering. Tak lupa sebuah garpu plastik.

Ada dua varian rasa yakni ayam spesial dan bakso sapi. Untuk menyeduhnya juga relatif lebih lama dibandingkan mie instan pada umumnya.

Baca juga: 5 Mie Ayam Legendaris di Jakarta

“Jika mie instan yang biasa itu diseduh sekitar empat menit, kalau mie mocaf (ubi kayu) sekitar lima sampai enam menit,” kata Ketua Kelompok Suri Rahayu kepada JelajahPagi Sabtu (16/03/2019).

Suti mengatakan, ide awal pembuatan mie instan ini berawal dirinya diberikan pelatihan membuat mie yang berbahan dasar tepung mocaf. Tidak mudah untuk membuat mie instan dengan bahan baku mocaf.

“Awalnya kami sekitar tahun 2012 mendapatkan bantuan alat pembuat mie. Lalu dipraktekkan, dan gagal dalam membuat mie, sebanyak 250 kg tepung mocaf rusak pas awal pembuatannya,” tutur Suti.

Setelah beberapa kali mencari formula yang pas untuk bahan mie, maka jadilah mie mocaf dengan campuran terigu dan berbagai macam bahan lainnya. Lalu dirinya ditemui beberapa orang tua yang memiliki anak autis, agar dibuatkan mie yang berbahan mocaf tanpa ada campuran tepung terigu.

Baca juga: Kuliner Mie Paling Mahal di Dunia

Pihaknya mendapat dampingan dari Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Yogyakarta di Desa Gading, Playen. Dampingan yang diberikan LIPI terutama dalam hal pembuatan serbuk bumbu.

“Setelah beberapa kali gagal, saya meminta masukan dari LIPI dan disarankan membuat dengan komposisi saya sendiri. Lalu dengan komposisi saya tanpa menggunakan bahan kimia dan ternyata berhasil. Kami ada 3 jenis mie instan yaitu mie rebus yang harus dimasak menggunakan bumbu sendiri, lalu mie instan seperti pada umumnya bumbu sudah kami sediakan, yang ketiga adalah mie instan dengan menggunakan cup yang diseduh. Untuk harganya satu cup mie Rp 6.000,” ucapnya.

Saat JelajahPagi mencoba membuat mie cup dengan label ‘Ayo Mie’ memang agak lama dibandingkan dengan mie instan produsen besar. Harus beberapa kali diaduk untuk mendapatkan tingkat kematangan mie yang diharapkan. Setelah mencoba, tekstur mie lebih kenyal. Kuahnya lebih bening tidak pekat, dan segar. Di tenggorokan pun setelah makan tidak ada rasa guruh yang tertinggal.

“Lebih segar dibandingkan mie instan biasa,” kata Wisang, salah satu warga Bantul.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
loginjw

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format